Home   Archive by category 'Montessori'

Category Archives: Montessori

Kegiatan Belajar SD Awliya 2016-17

 


Peraturan kelas ala Montessori (Ground Rules+

Montessori Ground Rules Peraturan kelas ala Montessori Selain peraturan kelas pada umumnya, dalam kelas Montessori terdapat salah satu materi ajar di area Practical Life yang diawali dengan Ground Rules (aturan dasar) sebelum anak memulai aktifitas di kelas, antara lain berisi COURTESY (adab, tata krama), courtesy ini dilatihkan dan dibiasakan sampai anak mahir dan terbiasa rapih dan tertib, misalnya: keterampilan membuka dan menutup pintu, berjalan…
Detail »


Menciptakan Kelas kondusif

Menciptakan Kelas kondusif Minggu-minggu pertama kegiatan sekolah, guru biasanya disibukkan dengan siswa baru yang masih dalam masa adaptasi. Wajar saja jika di masa ini siswa belum terkendali,misalnya masih berlarian di kelas, membanting pintu, teriakan siswa dan kelas pun gaduh. Supaya tidak berlarut-larut, menurut pengalaman dan teori manajemen kelas, hal itu bisa diatasi dengan Fokus pada sosialisasi peraturan kelas (tatib) di minggu pertama sampai kedua…
Detail »


Pengetahuan mengejar anak atau anak mengejar Pengetahuan

Pengetahuan mengejar anak atau anak mengejar Pengetahuan Siswa tidak tahu lalu kita beri tahu, Siswa itu bejana kosong, lalu harus kita isi Ilustrasi lain, siswa layaknya ‘celengan’, lebih parahnya diisi dengan ‘recehan’ segala yang belum tentu diperlukannya. Anggapan-anggapan ini kurang tepat atau bahkan tidak sehat, terlebih jika dituangkan dalam dunia pendidikan (sekolah). Lalu bagaimana menumbuh kembangkan potensi siswa? Program independent learning di AKC mencoba…
Detail »


Menggeser Cognitive minded ke attitude minded

Menggeser kognitif/knowledge minded ke karakter/attitude minded, dari pengetahuan ke sikap. Tampak pada grafik bahwa kompetensi yang dituntut di era kurikulum 2013, jenjang SD memberikan porsi yang jauh lebih besar pada sikap/ranah afektif dibanding 2 ranah lainnya. Namun terkadang implementasinya masih saja kita temukan yang sebaliknya, porsi pengetahuan lebih dominan (kognitif minded). Kalau output pendidikan diprioritaskan pada karakter, maka mestinya kita harus menggeser orientasi kita…
Detail »