Home   Artikel Pendekatan Montessori ; Spiritual Embrio

Pendekatan Montessori ; Spiritual Embrio

SPIRITUAL EMBRYO
Hal yang unik dalam pendekatan pendidikan Montessori diantaranya adalah konsep “Spiritual Embryo” (konsep yang tidak ditemukan dalam berbagai pendekatan, baik psikologi maupun pendidikan), yang menyatakan bahwa sebagaimana usia perkembangan individu 0 sd 6 tahun adalah masa di mana saat fisik terlahir dan mengalami tumbuh kembang yang disebut masa balita, jiwa manusia masih belum terlahir atau bisa dibilang masih dalam bentuk embrio.
Karenanya anak dalam rentang usia tersebut bebas dari kesalahan, jika ada kekeliruan dalam tindakannya, maka orang dewasa di sekitarnyalah yang patut dipersalahkan.
Manusia lahir hanya membawa satu hal yaitu potensi yang terdapat dalam jiwa yang masih dalam bentuk embrio ini. Potensi dalam embrio jiwa ini sangat dahsyat dan sangat banyak bahkan tak terbatas jumlahnya, sehingga manusia harus memilih potensi mana yang akan dikembangkan untuk kehidupan dirinya di masa mendatang.
Potensi ini dapat berkembang bahkan melejit dengan dahsyatnya dengan memperhatikan 4 faktor yang ada pada embrio jiwa yang dimiliki masing2 individu yang lahir ke bumi ini. Jika kita (orang dewasa) memperhatikan dengan serius dan menerapkan nya pada anak2 atau siswa2 kita, maka akan lahir jiwa-jiwa yang sehat, normal, optimal dan siap untuk menjadi manusia yang baik, mandiri, dewasa, dan punya kemampuan yang luar biasa.
Apa saja 4 faktor itu? Mari kita eksplor lebih jauh:
4 faktor ini dibagi menjadi 2 faktor: 1. Internal, dan 2, Eksternal
Faktor internal: a. Pikiran yang menyerap (absorbent mind), b. Periode sensitif (sensitif periods).
Faktor eksternal:

a. Lingkungan yang disiapkan (prepared environment),

b. Kebebasan (Freedom)

presentasi materi spiritual embryo “Montessori for Parents” (program pelatihan montessori bagi orangtua siswa TK/SD Awliya Cirebon)
AKC, Rabu 2 Nov 2016

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*