Home   Info Awliya Kid Center SPIRITUAL EMBRYO (Part 2)

SPIRITUAL EMBRYO (Part 2)

SPIRITUAL EMBRYO (Part 2)
….. 2 faktor yang perlu kita perhatikan di masa anak usia 0 sd 6th, masa di mana jiwa anak masih berupa embrio, dalam rangka mengoptimalkan dan melejitkan potensi anak adalah:
1. Faktor internal : a. Absorbent Mind, b. Sensitif periods
2. Faktor eksternal: a. Prepared Environment (Lingkungan yg disiapkan), b. Freedom within limits (kebebasan dgn batasan)….

Mari kita bahas faktor internal terlebih dahulu, tentang Absorbent Mind (Pikiran yang mudah menyerap), makhluk apakah Absorbent Mind itu?
Pikiran Anak usia 0 sd 6 tahun bagaikan spons, ia menyerap apa saja yang dia lihat, dengar, hirup, rasa, raba, dan seluruh aksi sensorial apa pun yang ia terima atau lakukan…

Mungkin kita akan bilang, yaa saya tahu itu sejak lama bahwa anak menyerap seluruh informasi yang dia dapat, tapi pertanyaan selanjutnya adalah so what dengan pikiran yang menyerap? Apa kaitannya konsep ini dengan optimalisasi potensi anak?

Montessori membahas ini dengan rinci…..
Pertama bahwa berbeda dari orang dewasa yang memperoleh pengetahuan melalui pikirannya, anak usia dini itu memperoleh pengetahuan melalui seluruh tubuhnya. Pikiran dan jiwanya belum lahir alias masih dalam bentuk embrio, oleh karena itu anak balita hanya bisa belajar melalui panca inderanya, kita belum bisa menanamkan pengetahuan melalui pikirannya (misal anak diharapkan dapat memahami penjelasan dalam bentuk uraian kalimat). Atau singkatnya, pikirannya belum bisa diajak bicara. Jadi Saran cak lontong, ‘mikir’ ! Tidak bisa kita alamatkan pada anak usia ini…he he intermezo…

Kedua, bahwa anak usia dini itu menyerap seluruh stimulus tanpa pilih-pilih dan itu menetap dalam memorinya meskipun ia belum menyadari apa yang diterima dan diperbuatnnya. Montessori dalam hal ini menekankan stimulus dari manusialah yang paling menarik perhatian anak. Makanya kita saksikan anak2 itu cepat meniru. Dengan demikian, orang dewasa di sekitarnya bisa memanfaatkan masa- masa ini dengan menjadi bahan serapan (absorbent) yang positif.

Selanjutnya anak di usia ini bagaikan sebuah kamera yang mengcapture apa saja yang ada di hadapannya, itulah mengapa seorang anak mampu mempelajari bahasa ibunya dengan cepat, yaitu hanya dengan melihat gerak bibir saja… luar biasa kan?

Lalu bagaimana ini dapat diterapkan di rumah? Misal: anak mencoba menyentuh benda yang ada di depannya, berilah dia kesempatan untuk mengobservasi, memanipulasi, dan menyelesaikan rasa penasarannya terhadap benda tersebut, dengan melakukan hal2 di atas sesungguhnya anak sedang mempelajari benda tersebut melalui seluruh inderanya, karena hanya dengan inderanyalah anak menyerap pengetahuan. Namun ada hal2 yang perlu diperhatikan bahwa penerapannya ini ada kaitannya dengan Sensitive Periods yang akan kita bahas pada orat-oret selanjutnya….

Bersambung….

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*