Workshop Modul Ajar Kreatif Kurikulum Merdeka, mendesain modul Ajar Khas Awliya bersama Pa Iswoyo Narasumber Nasional (Gabungan TK & SD Awliya) Refleksi dari Workshop 2 hari Mengapa Modul Ajar? Kurikulum Merdeka memberi 3 alternative untuk rencana pembelajaran: 1.Dalam bentuk RPP, seperti kurikulum sebelum2nya 2.Dalam bentuk Modul Ajar sederhana 3.Dalam bentuk Modul Ajar lengkap Modul Ajar bisa dikatakan seperti RPP yang diperluas diantaranya ada…
Detail »
FOKUS BELAJAR dan Penginderaan (Sensorial) Yang membedakan kurikulum Montessori dengan yang lain diantaranya adalah menyiapkan area Sensorial-nya. Soal kompetensi penginderaan mendapat perhatian khusus, karena penginderaan,adalah alat dalam memperoleh pengetahuan yang mendasar dan penting. Ketajaman indera tidak datang dengan sendirinya, mesti dilatih, makanya dimasukkan dalam kurikulum oleh Montessori. Hal ini ada kaitanya dengan capaian belajar dikemudian hari. Yang utama sekali dalam hal fokus belajar, ketuntasan…
Detail »
o Educate the Human potential (Bag.2) COSMIC EDUCATION Usia 6 – 12 tahun merupakan periode sensitif mencari makna, pada fase ini anak cenderung tertarik (sensitif) dengan asal muasal segala sesuatu akan diri dan lingkunganya. Kurikulum Montessori dalam implementasinya menyajikan tema besar tentang pendidikan kosmik (Cosmic Education), baik macro cosmos maupun micro cosmos Tema Macro Cosmos, subjek pembelajaran yang dimulai dari asal mula penciptaan alam…
Detail »
Mendidik Potensi Manusia (Bag.1) “Buku ini dimaksudkan untuk mengikuti ‘Pendidikan untuk Dunia Baru’ dan untuk membantu guru membayangkan kebutuhan anak setelah usia 6 tahun”. Kutipan itu merupakan kalimat pembuka dari buku “To Educate the Human Potential”, karya M. Montessori, yang berisi seputar kurikulum pendidikan anak dalam rentang usia periode ke 2, yaitu 6th – 12th… Ada apa dengan usia 6 sd 12 tersebut? Menurut…
Detail »
You’re Still You… — Montessori Kehancuran tatanan sosial, ekonomi, lingkungan, dan lain-lain pasca perang dunia membuat suasana muram terjadi di mana-mana dan menimpa banyak kalangan, termasuk anak-anak. Mereka harus menghadapi kenyataan lingkungan fisik yang porak poranda akibat perang yang dipaksakan segelintir politisi busuk itu. Sebagian besar dari mereka terpaksa harus kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarganya. Kala itu suasana pilu menyelimuti batin anak-anak di…
Detail »