Home   Uncategorized To Educate The Human Potential ; M Montessori

To Educate The Human Potential ; M Montessori

To Educate The Human Potential (Bag.1)

“This book is intended to follow ‘Education for a New World’ and to help teachers to envisage the child’s needs after the age of 6”.
Kutipan itu merupakan kalimat pembuka dari buku “To Educate the Human Potential”, karya M. Montessori, yang berisi seputar kurikulum pendidikan anak di rentang usia periode ke 2, yaitu 6th – 12th…

Ada apa dengan usia 6 sd 12 tersebut?
Menurut Montessori, usia ini adalah masa di mana anak beralih dari fase ‘perkembangan potensi’ (to nurture the development of the human potential) di usia 0-6, ke fase selanjutnya, ‘pendidikan potensi’ (to educate the human potential) di usia 6-12

Lalu apa saja yang mesti kita perhatikan dalam hal mengembangkan maupun mendidik potensi manusia agar berjalan optimal dan sesuai dengan harapan kita sebagai orgtua/pendidik?
Montessori membagi ke dalam 2 faktor yang berpengaruh: (internal & eksternal)
1. Faktor internal ada 2:
Usia 0-6 th: periode sensitif & pikiran
yg menyerap (absorbent mind)
Usia 6-12 th: periode sensitif &
pikiran yg kreatif (creative mind)
2. Faktor eksternal ada 2:
Usia 0-6 & 6 – 12 th: Lingkungan yg
disiapkan & kebebasan dgn batasan2
(prepared environment & freedom
within limits).
Persiapan lingkungan untuk masing2
periode tentu saja berbeda,
disesuaikan dengan kebutuhan di
usianya.

Selanjutnya saya akan fokus pada faktor ‘periode sensitif’. Periode Sensitif adalah tanda kuat bahwa anak sudah siap mempelajari hal tertentu sebagai sinyal bagi orgtua/pendidik untuk mengenalkan sesuatu yang baru.

Usia 0-6 tahun adalah masa2 sensitif mananamkan disiplin diri, keteraturan, kemandirian, tata krama/sopan santun, bereksplorasi dengan objek2 berukuran kecil, membangun konsentrasi, menajamkan panca indera, berinteraksi dengan pekerjaan rumah, bersosialisasi, dan berbahasa.

Sedangkan usia 6 – 12 tahun adalah periode sensitif dalam mencari makna. Jika kita ingin putra/i kita mendapatkan pendidikan optimal di fase ini, maka yang mesti kita lakukan adalah memfasilitasi ‘creative mind’ nya dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya pada mereka untuk menemukan makna-makna di lingkungan nya….
Kurikulum Montessori, dalam implementasinya untuk memenuhi periode sensitif mencari makna, diantaranya menyajikan tema besar tentang Pendidikan Kosmik (Cosmic Education)

“Free the child’s potential, and you will transform him into the world.” M. Montessori

Bersambung….

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*