Home   Artikel Seri Filosofi Pendidikan Montessori ; The Natural Laws of Children (Part 1)

Seri Filosofi Pendidikan Montessori ; The Natural Laws of Children (Part 1)

“Hukum Alamiah Kerja Anak” (The Law of Work)

Semua anak terlahir dengan bawaan ingin belajar dan mencintai. Saat anak menjelajahi dunia dan berinteraksi dengan orang lain, otak mereka secara alami dapat berkembang dengan cara yang luar biasa. Dr Montessori dalam perjalanan penelitian dan pengembangan teori pendidikannya, menemukan bahwa setiap anak memiliki naluri untuk berkembang dengan cara paling alami tersebut. Dia menyebutnya dengan “hukum alamiah perkembangan psikis anak”. Esensi dari teori pendidikan metode Montessori adalah pemahaman dalam masalah ini dan penerapannya.

Terdapat 7 Hukum alamiah Perkembangan anak dalam Filosofi Montessori:
1. The Law of Work
2. The Law of Independence
3. The Power of Attention
4. The Inner Formatiin of the Will
5. The Development of Intelligence
6. The Development of Imagination &       Creativity
7. The Development of an Emotional & Spiritual Life

 

Mengapa Hukum Alamiah Kerja Anak penting dipahami? Apakah anak2 itu bekerja?
Ya, Montessori menamakan segala aktivitas yang dilakukan anak, baik itu di rumah, di luar rumah, maupun di sekolah sebagai “work”, (kerja). Montessori menganggap anak-anak itu secara alami selalu ingin mengerjakan hal-hal secara serius. Anak-anak punya potensi juga intensi untuk melakukan apa saja yang berkaitan dengan kebutuhan dirinya, seperti mengelap, menyapu, menuang, menyendok, mengaduk, mencampur, menggunting, menulis, menggambar, menyiram, membangun sesuatu, dan masih banyak lagi. Lalu, mengapa anak-anak itu terlihat hanya merepotkan saja dan menambah pekerjaan jadi berantakan ketika kita (orang dewasa) memberi kesempatan mereka untuk ‘bekerja?’ Kita perlu tahu bahwa rumus (hukum) bekerja orang dewasa dan anak-anak itu sangat berbeda.
– Orang dewasa bekerja dengan tujuan utama hasil dari pekerjaan, sedangkan anak2 malah menikmati proses bekerjanya itu sendiri tanpa memikirkan hasil kerjanya.
– Orang dewasa tidak selalu termotivasi ketika bekerja, sedangkan anak2 selalu termotivasi secara intrinsik (kecenderungan selalu ingin bekerja)
– Orang dewasa cenderung ingin bekerja yang ringan2, sedangkan anak mengikuti hukum usaha maksimal
– Orang dewasa Menciptakan alat praktis untuk meningkatkan hasil kerjanya, sedangkan anak2 menggunakan lingkungan untuk menungkatkan hasil kerjanya
– Orang dewasa memiliki ritme kerja cepat, sedangkan anak2 memiliki ritme kerja lambat.

Nah, jika kita sudah tahu hukum bekerja anak, maka kita akan memahami bahwa anak itu memang selalu menikmati proses kerjanya, bahkan bisa berulang2 mengerjakan hal yang sama, jangan kita anggap sia2 ketika dia hanya mencuci 1 piring dalam waktu 20 menit. Anak berlama2 karena dia sedang mempelajari sesuatu dalam proses mencuci piring. Ketika anak memakai baju atau sepatu sangat lama, itu karena ritme bekerja anak memang lama. Kita mesti sabar memfasilitasi anak supaya dia terbiasa melakukannya dan menjadi mahir di usia yang seharusnya dia sudah mandiri.
Bayangkan dengan memahami hukum kerja anak ini lalu kita terapkan pada mereka, baik di rumah maupun di sekolah, berarti kita mendorong pembelajaran alamiah dan empatik, hasilnya akan luar bisa, anak-anak senang dan berkembang dengan optimal. Kalau ada kegagalan dalam pendidikan usia dini, utamanya karena kita tidak konsisten menerapkan hukum alami perkembangan ini. .

Bersambung ke Hukum Alamiah ke 2….

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*